Friday, December 4, 2009

Dunia Film Balibo Five

Hotel Murah di Lombok - Film Balibo Five Trailer Video Movie, akan menjadi sebuah film yang laku keras di pasaran dengan adanya pelarangan tayang oleh LSF, karen afilm ini tidak dapat lolos sensor sesuai dengan prosedur yang dimiliki lembaga tersebut.Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menentang pelarangan film Balibo oleh Lembaga Sensor Film. Baginya, pelarangan film oleh sebuah lembaga swasensor sudah tidak seharusnya terjadi lagi di Indonesia.

Film Balibo Five "Pelarangan karya seni ini sudah seperti praktik zaman dulu," ujar Pramono, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kepada wartawan, Kamis (3/12) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Pramono menambahkan, jika suatu produk karya seni dinilai berpandangan berbeda dengan lembaga sensor, maka lembaga tersebut dapat membuat semacam klarifikasi. Jadi, lanjutnya, lembaga sensor tidak boleh serta-merta melarangnya.

Film Balibo merujuk pada kasus terbunuhnya lima wartawan asing, Greg Shackleton, Brian Peters, Malcolm Rennie, Gary Cunningham, dan Tony Steward di Balibo, wilayah perbatasan Timor Leste (dulu Timor Timur) pada tahun 1975. Kelima wartawan asing itu tewas saat tengah meliput masuknya tentara Indonesia ke Timor Leste.

Pemerintah Indonesia mengatakan, kelima wartawan asal Australia, Selandia Baru, dan Inggris itu tewas karena terjebak di medan peperangan.

Larangan ini diumumkan dua jam sebelum Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) menyelenggarakan penayangan film ini secara terbatas di sebuah teater di Jakarta. Menurut Presiden JFCC Jason Tedjasukmana, klub akhirnya memutuskan untuk tidak menayangkan film ini meskipun belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai larangan tersebut.

Tedjasukmana menerangkan, JFCC bisa dianggap melanggar hukum apabila menayangkan film itu di sebuah lokasi umum. "Ini memang bukan keputusan mudah... tetapi kami menghormati hukum di Indonesia," ujar Tedjasukmana.

No comments:

Post a Comment