Wednesday, November 4, 2009

Rekaman KPK

Hotel Murah di Bandung - Memang Rekaman KPK Suara Wisnu Subroto tersebut harus segera ditindak lanjuti dengan segera, agar permasalahan yang sedang terjadi bisa cepat selesai.

Rekaman KPK tersebut telah menyebabkan permasalahan makin menjadi komplek dan hal tersebut memerlukan penyelesaian yang cepat serta akurat dan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita ini.

VIVAnews - Tim independen verifikasi fakta dan proses hukum yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melihat banyak hal menarik dalam percakapan antara Anggodo Widjojo, adik buron KPK Anggoro Widjojo, dengan sejumlah orang. Lusa, Tim akan mencocokkan nama petinggi di Kejaksaan Agung.

"Verifikasi pembicaraan Wisnu Subroto dengan anggodo itu akan dilakukan Kamis (5 November 2009)," ketua tim Adnan Buyung Nasution usai sidang di MK, Jakarta Pusat, Selasa 3 November 2009.

Salah satu lawan bicara Anggodo dalam rekaman itu diduga adalah Wisnu Subroto. Wisnu merupakan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen yang kini sudah menjadi jaksa biasa.

Selain Wisnu, tim yang terdiri dari delapan orang ini juga akan melakukan verifikasi nama-nama yang disebut dengan suara dalam rekaman. Tim akan melakukan pemeriksaan silang untuk mengetahui kecocokkan suara dengan nama.

"Apakah benar mereka melaukan pembicaraan, apakah benar itu suara mereka," ujar Adnan Buyung yang didampingi seluruh anggota Tim Pencari Fakta.

Dalam memberikan keterangan pers, Adnan masih terlihat didampingi anggota tim. Mereka yakni, Rektor Universtas Paramadina Mulya Anies Baswedan, praktisi hukum yang juga politisi Partai Demokrat Amir Syamsudin, dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

Empat anggota tim lainnya yang juga terlihat hadir yakni, Ketua Tim Adnan Buyung Nasution, Kusparmono Ikhsan, Todung Mulya Lubis, dan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat.

Untuk saat ini, tim belum dapat mengeluarkan kesimpulan terkait rekaman berdurasi 4,5 jam itu. "Terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. kita hanya baru mendengarkan rekaman," ujar dia.

No comments:

Post a Comment